Menag Hadiri Penganugerahan Award untuk LGBT, MIUMI: “Tak Cukup Hanya Minta Maaf”

Ustadz Bachtiar Nasir-Sekjen MIUMI
Sekjen MIUMI Ustadz Bachtiar Nasir

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) menilai Menteri Agama (Menag) tidak cukup sekadar meminta maaf telah hadir di acara penghargaan kelompok LGBTIQ (Lesbian Gay Transeksual, Inseksual dan Queer) di acara Aliansi Jurnalis Independen (AJI) pada 27 Agustus lalu.

Menurut Sekjen MIUMI Ustadz Bachtiar Nasir Menag Lukman Hakim Syaifuddin seharusnya bisa melakukan protes keras, atau paling tidak menuntut AJI. Karena sesuai keterangan Menag, AJI tidak secara terbuka menyampaikan adanya agenda penghargaan LGBTIQ tersebut.

“Ini kecolongan yang direkayasa, tidak cukup bagi Menag meminta maaf. Menag juga harus berani menuntut AJI yang telah mencemarkan nama baiknya di tengah Kemenag yang tegas menolak perilaku LGBTIQ,” katanya kepada Republika.co.id, Rabu (31/8).

Mengapa hal itu perlu dilakukan, menurutnya, ada prinsip-prinsip dasar yang dianut Menag dan instansi yang dipimpinnya yakni anti dengan perilaku menyimpang dari norma keagamaan. Walaupun kehadiran Menag sebatas orasi kebudayaan. Namun acara AJI yang memberi penghargaan LGBTIQ, seolah melegitimasi perilaku menyimpang itu.

“Jadi tidak cukup bagi Menag hanya meminta maaf, rasa keadilan umat ini juga harus diakomodir,” tegasnya.

Walaupun menurutnya, di acara itu bukan hanya Menag, namun hadir juga Menkominfo, tetapi peran Menag sebagai penjaga kebijakan, terkait nilai agama penting untuk diperhatikan.

Baca Juga

Setelah menjadi polemik di publik, Menag Lukman memang telah memberikan keterangan terkait kehadirannya di acara pemberian penghargaan kelompok LGBTIQ oleh AJI tersebut. Lukman mengatakan AJI tidak secara terbuka memberikan keterangan isi acara tersebut.

Saat itu, Lukman diminta menyampaikan orasi kebudayaan oleh AJI. Ternyata dalam acara itu juga diberikan tiga penghargaan, di antaranya Tasrif Award yang diberikan kepada Komunitas LGBTIQ dan IPT.

Meskipun kemudian Menag Lukman mengklarifikasi melalui pesan Whatsapp perihal kedatangannya dalam acara tersebut, namun logika bahwa dia tidak tahu ada acara penganugerahan untuk kelompok LGBT itu tampaknya tak mudah diterima publik, khususnya kalangan Islam.

“Saya dan semua hadirin tak ada yang tahu siapa yang akan mendapatkan award di masing-masing kategori itu, sampai diumumkan pada malam itu,” ujar Menag dalam klarifikasinya.

Masalahnya, kata sejumlah tokoh dan aktivis Islam, kenapa ketika sudah mengetahui hal itu, Menag dan tidak protes, kemudian meninggalkan acara itu.

Sumber: Republika.co.id

Baca Juga