Berpihak pada yang Benar

Menyelamatkan Diri dari Pertempuran, Lebih 200.000 Warga Irak Akan Tinggalkan Mosul

Hampir 700.000 orang telah melarikan diri dari Kota Tua Mosul, Irak, untuk mencari perlindungan sejak dimulainya serangan terhadap ISIL/ISIS. (Foto: Reuters).

SALAM-ONLINE: Lebih dari 200.000 orang, menurut PBB, siap melarikan diri dari Mosul saat pasukan Irak memasuki distrik terakhir yang dikendalikan oleh kelompok ISIS (ISIL).

Hampir 700.000 orang telah meninggalkan Mosul untuk mencari perlindungan, baik dengan teman dan keluarga atau di kamp-kamp, sejak dimulainya serangan untuk merebut kembali kota tersebut pada Oktober lalu.

“Ketika operasi militer meningkat dan bergerak mendekati area Kota Tua Mosul, kami memperkirakan bahwa hingga 200.000 orang lebih akan melarikan diri,” kata Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Irak, Lise Grande, dalam sebuah pernyataan, Kamis (18/5), yang menggambarkan bahwa angka tersebut “mengkhawatirkan”, sebagaimana dilansir Aljazeera, Jum’at (19/5).

“Jumlah orang yang bergerak sekarang begitu besar, semakin sulit untuk memastikan warga sipil menerima bantuan dan perlindungan yang mereka butuhkan,” lanjutnya.

Human Rights Watch (HRW) mengatakan bahwa tentara Irak dan pejabat keamanan setempat telah memaksa lebih dari 300 keluarga pengungsi untuk kembali ke distrik Mosul yang masih menghadapi risiko serangan oleh militan ISIL.

“Keluarga-keluarga ini seharusnya tidak dikembalikan secara paksa ke daerah-daerah yang tidak aman dan daerah-daerah yang kekurangan pasokan air, makanan, listrik, atau kesehatan yang memadai,” kata Direktur Jenderal Human Rights Watch, Lama Fakih.

Didukung oleh koalisi pimpinan AS, pasukan Irak mengklaim berhasil mengusir ISIL dan meyakini akan meraih kemenangan sebelum bulan suci Ramadhan dalam waktu kurang dari dua minggu.

Namun, bagaimanapun, ISIL masih mengendalikan Kota Tua itu. Mereka membuat tempat tinggal terakhir di jalan-jalan berpenduduk padat dan sempit yang tidak dapat dilalui kendaraan lapis baja. (MNM/Salam-Online)

Sumber: Aljazeera

Anda mungkin juga berminat