hit tracker

Warga Suriah Sambut Hangat Kehadiran Militer Turki di Idlib


IDLIB (SALAM-ONLINE): Warga Suriah menyambut hangat masuknya tentara Turki di provinsi Idlib, basis utama kelompok pejuang oposisi di negara tersebut. Dikerahkannya militer Turki di provinsi barat laut dekat perbatasan Turki itu meningkatkan harapan tinggi di kalangan warga sipil.

Pada Senin (9/10/2017), militer Turki mengatakan bahwa pasukannya memulai kegiatan monitoring di Idlib sebagai bagian dari kesepakatan internasional untuk menetapkan zona de-eskalasi (zona penurunan konflik) di negara yang dilanda perang sejak Maret 2011 tersebut.

Kehadiran militer Turki di wilayah barat laut Idlib, Suriah, itu dimulai pada Ahad (8/10) di bawah kesepakatan yang dicapai dengan Rusia dan Iran dalam perundingan damai Suriah di ibu kota Kazakhstan, Astana.

Pembentukan zona de-eskalasi disetujui pada Mei antara Turki—yang mendukung kelompok-kelompok yang menentang rezim Basyar Asad di Suriah–dengan Rusia dan Iran, yang mendukung rezim tersebut.

“Wilayah kami memiliki lokasi yang unik karena kami dihadapkan dengan pasukan separatis PKK (Kurdi) dan pasukan rezim Suriah,” kata Direktur Rumah Sakit Kinan di distrik Darat Izza, Aleppo barat, Muhammad Abbas (45), seperti dilansir kantor berita Anadolu, Rabu (11/10/2017).

“Jika Angkatan Bersenjata Turki memasuki wilayah tersebut, itu akan membatasi (menahan) konflik,” katanya.

Warga Suriah, Agit Rasheed (18), percaya bahwa masuknya tentara Turki akan membantu menghentikan serangan yang selama ini dilancarkan pasukan rezim di daerah tersebut.

“Bagi warga, yang paling penting adalah tidak akan ada pesawat tempur terbang di udara (Idlib),” ujar Rasheed.

“Kami tidak menginginkan kematian dan kehancuran. Jika Angkatan Bersenjata Turki tidak ikut campur, masalah akan terus berlanjut dan lebih banyak lagi korban meninggal,” terangnya.

Warga lainnya, Cemil Darwis (48), juga meyakini, kehidupan akan kembali normal di Idlib setelah dikerahkannya militer Turki.

“Rumah sakit dan sekolah akan beroperasi secara teratur dan lembaga nonfungsional akan kembali bekerja lagi,” katanya.

“Angkatan Bersenjata Turki sama sekali akan mengubah hidup kita di Idlib. Kita akan bisa hidup dalam situasi aman dan kembali normal,” harapnya.

Abbud Hulu (21), seorang petugas layanan kesehatan, mengatakan bahwa serangan rezim Asad di wilayah tersebut akan berlanjut kecuali tentara Angkatan Bersenjata Turki dikerahkan.

“Kelompok PKK (Partai Pekerja Kurdistan yang selama ini dikenal sebagai pelaku teror di Turki) memiliki pos pengintai di gunung Sheikh Barakat, yang dapat memonitor seluruh provinsi Idlib. Kami menentang gerakan PKK di Idlib,” serunya. (S) 

Sumber: Anadolu

blog comments powered by Disqus