Berpihak pada yang Benar

Didampingi ACTA, Remaja Pelaku Ujaran Kebencian terhadap Acara Reuni 212 Minta Maaf

Evan (tengah) didampingi Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) saat menyampaikan permintaan maafnya. (Foto: EZ/Salam-Online)

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Pekan ini, media sosial sedang diramaikan oleh seorang remaja bernama Raden Evan Rizky Laksana yang mengucapkan ujaran kebencian terhadap umat Islam yang menggelar Reuni Akbar 212 pada Sabtu (2/12/2017) lalu.

Dalam video yang beredar, Raden, melalui insta storynya mencaci maki acara reuni tersebut dengan kata-kata yang tidak pantas. Caci maki itu diunggah dalam bentuk video melalui instagramnya.

“Gara-gara pocong-pocong sialan ini, pocong-pocong sialan yang katanya pembela-pembela Islam t*ik, tau gak bikin semua jalan ditutup, anj*ng,” demikian suara dalam rekaman video tersebut.

Setelah viral di media sosial, Evan, didampingi Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Habib Novel Bamukmin, memberikan klarifikasinya dengan meminta maaf kepada seluruh umat Islam terkait ujaran kebencian yang dia ucapkan.

“Saya Raden Evan Rizky Laksana dengan ini menyatakan membenarkan video ini saya yang upload, akan tetapi dalam beberapa menit kemudian, saya merasa bersalah dan menyesal sehingga saya menghapusnya,” ungkap Evan kepada wartawan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/12).

Evan mengaku menyesal telah melontarkan cacian tersebut. Pihaknya meminta Maaf kepada umat Islam, khususnya terhadap orang-orang yang merasa tersakiti.

“Tidak hanya kepada kaum Muslimin dan Muslimat, saya juga mohon maaf kepada ibu saya dan keluarga, serta ormas-ormas Islam. Kejadian kemarin adalah murni kekhilafan saya dan tanpa ada pihak mana pun yang menyuruh saya. Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan ini kembali,” kata Evan.

Wakil Ketua ACTA Habib Novel Bamukmin yang mewakili para peserta Reuni 212 menerima permohonan maaf Evan. Novel menyebut apa yang dilakukan oleh Evan sebagai tindakan spontan, bukan dilakukan secara sengaja.

“Alhamdulillah Evan sudah minta maaf kepada umat Islam dan menyadari kesalahannya. Insya Allah permohonan maaf ini kami terima, Evan juga sudah menyampaikan permohonan maafnya secara terbuka ke media,” tutur Novel.

Novel akan memberikan perlindungan hukum kepada Evan dan akan segera mencari tahu siapa yang memviralkan video yang diunggah ke instagram tersebut. Menurut Novel, Evan sudah menutup akun pribadi miliknya dan memohon maaf atas kesalahannya itu.

“Kita akan memberikan perlindungan hukum kepada Evan dan mencari yang memviralkan video tersebut karena yang bersangkutan sendiri sudah menutup instagram pribadinya.

Meski demikian, Novel yang aktif mengikuti aksi Bela Islam ini menegaskan dalam Islam perbuatan yang dilakukan oleh Evan sangat fatal lantaran mencaci para pembela Islam dengan ungkapan-ungkapan kasar.

“Berkenaan dengan hukum Islam, perbuatan yang dilakukan Evan sangat fatal, namun Islam mengajarkan untuk menerima maaf. Kami juga memaklumi ketidakpahaman Evan yang baru memasuki kuliah di semester satu itu bahwa perbuatannya menghina Islam sehingga mengancam keselamatannya sendiri,” terangnya. (EZ/Salam-Online)

Anda mungkin juga berminat